BOJONEGORO – Sentral1.com – Upaya memperkuat penanganan konflik sosial dan menjaga situasi keamanan wilayah terus dilakukan jajaran Polres Bojonegoro. Salah satunya melalui kegiatan “Matur Kapolres” yang dirangkai dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) tingkat desa se-Kecamatan Kedungadem di Balai Desa Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bojonegoro Afrian Satya Permadi, anggota DPRD Bojonegoro, pejabat utama Polres Bojonegoro, Ketua BKP Wahyu Subakdiono, jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Kedungadem, para kepala desa se-Kecamatan Kedungadem, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, AKBP Afrian Satya Permadi menyampaikan apresiasi kepada pengurus BKP yang telah melaksanakan pelantikan dan pengukuhan kepengurusan BKP tingkat desa di wilayah Kecamatan Kedungadem. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antarperguruan pencak silat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres menjelaskan, Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) merupakan organisasi yang mewadahi berbagai perguruan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro. Organisasi tersebut dibentuk untuk menyatukan visi dalam menjaga situasi kamtibmas, meredam potensi konflik sosial antarperguruan, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Bojonegoro.
“Pelantikan dan pengukuhan BKP tingkat desa se-Kecamatan Kedungadem ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya. Kedungadem menjadi kecamatan yang mendeklarasikan kampung pesilat hingga tingkat desa,” ujar AKBP Afrian.
Ia berharap, keberadaan BKP tingkat desa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga persatuan dan mencegah terjadinya gesekan sosial antarwarga maupun antarperguruan.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyinggung sejarah konflik yang pernah terjadi di wilayah Kedungadem. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
“Kita jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dari sejarah itu kita belajar bagaimana mengatasi, memperbaiki, dan mencari solusi agar tidak terulang kembali,” tegasnya.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
AKBP Afrian memastikan Polres Bojonegoro mendukung penuh berbagai kegiatan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat serta memperkuat persaudaraan antarperguruan silat di Kabupaten Bojonegoro.
Sementara itu, Ketua BKP Wahyu Subakdiono menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bojonegoro beserta jajaran yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran jajaran Polres Bojonegoro menjadi motivasi dan semangat bagi BKP di Kecamatan Kedungadem untuk terus berkontribusi menjaga keamanan lingkungan.
“Kami BKP siap berkolaborasi dalam menjaga kamtibmas. BKP akan menjadi pionir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas Wahyu.
Reporter : Budi









