Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di Tuban, Polri dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN –  Sentral1.com – Polri bersama petani jagung dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Tuban bersiap menyambut rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Rencana kehadiran Presiden RI menjadi penyemangat bagi masyarakat petani sekaligus momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari program Asta Cita menuju swasembada pangan.

Menjelang pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat dan para petani terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan. Kabupaten Tuban sendiri dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Jawa Timur, dengan sekitar 629 hektare lahan memasuki masa panen tahun ini. Potensi tersebut menjadikan Tuban sebagai daerah strategis dalam mendukung target swasembada jagung nasional.

Asisten Kapolri Bidang SDM selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Pol Anwar mengatakan Panen Raya Jagung Serentak menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, Polri, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri bersama petani jagung Tuban menyambut penuh semangat rencana kehadiran Bapak Presiden RI pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kehadiran Presiden di tengah petani menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan Polri melalui pendampingan kepada petani, distribusi bibit unggul, pupuk, alat pertanian, hingga penguatan sinergi dengan kelompok tani melalui jajaran kewilayahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional jenis pipilan kering pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 15,64 juta ton. Dengan capaian tersebut, Indonesia mencatat surplus sekitar 470 ribu ton sebagai fondasi menuju target produksi jagung nasional sebesar 18 juta ton pada tahun 2026.

Selain pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, Presiden RI juga dijadwalkan meninjau stand booth inovasi ketahanan pangan Polri yang menampilkan berbagai program dan terobosan penguatan sektor pangan. Beberapa di antaranya yakni Stand Pupuk Batu Bara Presisi, Stand Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Stand Gudang Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, Stand Ketahanan Pangan Alternatif Uwi Ungu, Stand Benih Jagung Bhayangkara, Stand Miracle Carbob berbahan bonggol jagung, hingga Stand SPPG Polri.

Dalam agenda tersebut, Presiden RI juga dijadwalkan menyaksikan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada perwakilan kelompok tani oleh jajaran Bank Himbara sebagai bentuk dukungan pembiayaan guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain itu, akan dilakukan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri sebagai upaya memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi hasil pangan, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi peninjauan bakti kesehatan dan Gerakan Pangan Murah Polri, hingga pelepasan (flag off) program pendukung ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Saat petani semakin kuat dan hasil produksi meningkat, Indonesia semakin siap mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat untuk memastikan ketahanan pangan menjadi fondasi ketahanan nasional,” tambah Irjen Pol Anwar.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 diharapkan menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, Polri, petani, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat terwujudnya Indonesia mandiri pangan, sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.(Tys/Bi)

Berita Terkait

Polda Jatim Kembalikan Kendaraan Hasil Ungkap Curanmor, Korban Apresiasi Gerak Cepat Tim Jatanras
Polda Jatim Ungkap 178 Kasus 3C Selama Juli 2026, Amankan 206 Tersangka dan Ratusan Barang Bukti
Polres Ngawi Kawal Pengesahan Warga Baru IKS PI Kera Sakti, Seluruh Rangkaian Berjalan Aman dan Kondusif
Baharkam Polri Audit Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan di Obvitnas PT TPPI Tuban Jatim
Wakapolri Lantik Pengurus Pusat KBPP Polri 2026–2031, Awali Konsolidasi Organisasi Nasional
Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Pelanggaran Anggota di Polres Magetan, Cek Senpi, Tes Urine hingga Judi Online
Kapolda Jatim Pimpin Sertijab 26 PJU dan Kapolres, AKBP Yenny Diarty Resmi Jabat Kapolres Bojonegoro 
Resmi Pimpin Polres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty Cetak Sejarah sebagai Kapolres Polwan Pertama
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:34 WIB

Polda Jatim Kembalikan Kendaraan Hasil Ungkap Curanmor, Korban Apresiasi Gerak Cepat Tim Jatanras

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:27 WIB

Polda Jatim Ungkap 178 Kasus 3C Selama Juli 2026, Amankan 206 Tersangka dan Ratusan Barang Bukti

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:45 WIB

Polres Ngawi Kawal Pengesahan Warga Baru IKS PI Kera Sakti, Seluruh Rangkaian Berjalan Aman dan Kondusif

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:57 WIB

Baharkam Polri Audit Resertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan di Obvitnas PT TPPI Tuban Jatim

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Pelanggaran Anggota di Polres Magetan, Cek Senpi, Tes Urine hingga Judi Online

Berita Terbaru