Program Makan Gratis di Rengel Tuban Diduga Bagikan Susu Basi, Warga Desak Evaluasi Total

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN –  Sentral1.com – Niat mulia untuk memberikan asupan gizi bagi generasi penerus bangsa justru berujung pada kekhawatiran massal. Sebuah insiden memprihatinkan terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Gratis yang dibagikan pada Kamis, 26 Februari 2026 lalu. (1/3/2026)

Berlokasi di salah satu sekolah di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, dapur penyedia yang dikenal sebagai Dapur MBG di RT 07 RW 07 mendadak menjadi sorotan. Pasalnya, paket makanan yang seharusnya menjadi berkah bagi anak-anak sekolah diduga kuat mengandung bahan pangan yang sudah tidak layak konsumsi.

Paket menu yang dibagikan terdiri dari piscok (pisang cokelat), telur rebus, dan sebotol susu kedelai. Awalnya, para siswa menyambut bantuan tersebut dengan penuh kegembiraan. Namun suasana berubah ketika beberapa botol susu kedelai dibuka.

Bukannya rasa segar yang didapat, aroma asam menyengat justru tercium dari dalam botol. Berdasarkan laporan di lapangan, kondisi susu kedelai tersebut telah basi dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang jelas, sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

“Sangat disayangkan, program sebagus ini dicoreng oleh kurangnya pengawasan mutu. Susu kedelai itu cairannya sudah berubah, baunya sangat tidak enak. Bagaimana jika sampai tertelan oleh anak sekolah?” ujar salah satu saksi di lokasi.

Kejadian ini memicu kekhawatiran warga sekitar. Susu kedelai yang telah basi berpotensi mengandung bakteri patogen yang dapat menyebabkan keracunan makanan, seperti kram perut, muntah, hingga dehidrasi akibat diare.

Masyarakat kini mempertanyakan standar operasional prosedur (SOP) dari pengelola Dapur MBG tersebut. Apakah terdapat unsur kelalaian dalam proses penyimpanan dan distribusi, atau ada faktor lain yang menyebabkan produk tidak layak konsumsi itu sampai ke tangan siswa?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur maupun yayasan yang menaungi program tersebut terkait penyebab lolosnya susu basi dalam paket makanan.

Warga berharap insiden ini menjadi evaluasi menyeluruh bagi seluruh penyedia jasa makanan di wilayah Kabupaten Tuban, khususnya dalam program yang menyasar anak-anak sekolah. Mereka mendesak agar dilakukan pengawasan ketat demi mencegah potensi keracunan massal.

Satgas dari unsur TNI maupun Polri juga diharapkan dapat mengusut kejadian ini secara tuntas guna memastikan keamanan konsumsi bagi para siswa.

Kepala Desa Mundir menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia berharap yayasan pengelola program dapat lebih berhati-hati dalam proses penyajian makanan dan minuman, mengingat yang mengonsumsi adalah anak-anak sekolah.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ke depan, pihak yayasan yang menggunakan tenaga ahli gizi harus rutin melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap makanan dan minuman yang disajikan, agar tidak menimbulkan masalah atau bahkan bencana di kemudian hari,” pungkasnya.(Ded)

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Setujui Dua Raperda Strategis, Perkuat Arah Pembangunan Daerah hingga 2030
Tradisi Manganan di Kawasan Hutan Dander, Momentum Memperkuat Sinergi Perhutani dan Masyarakat
Baru Dua Hari Menjabat, Kapolresta Tuban Ungkap 2 Kasus Kriminal dan 4 Kasus Narkoba, 10 Tersangka Diamankan
Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro Setujui Raperda APBD 2025, Banggar Sampaikan Hasil Pembahasan
LAN Bojonegoro Fasilitasi Rehabilitasi Mandiri Pengguna Narkoba ke Yayasan Plato Surabaya
Ribuan Karyawan MBG Bojonegoro Gelar Unjuk Rasa Damai, DPRD Siap Menjadi Jembatan Aspirasi
BNPM Kabupaten Malang dan Bea Cukai Bahas Pembinaan Pengusaha Rokok Lokal Menuju Legalitas
PBB Bojonegoro Kembali Berbagi di Banjarejo, Lansia dan Warga Kurang Mampu Dapat Santunan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:41 WIB

DPRD Bojonegoro Setujui Dua Raperda Strategis, Perkuat Arah Pembangunan Daerah hingga 2030

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:11 WIB

Tradisi Manganan di Kawasan Hutan Dander, Momentum Memperkuat Sinergi Perhutani dan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:51 WIB

Baru Dua Hari Menjabat, Kapolresta Tuban Ungkap 2 Kasus Kriminal dan 4 Kasus Narkoba, 10 Tersangka Diamankan

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:58 WIB

Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro Setujui Raperda APBD 2025, Banggar Sampaikan Hasil Pembahasan

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:51 WIB

LAN Bojonegoro Fasilitasi Rehabilitasi Mandiri Pengguna Narkoba ke Yayasan Plato Surabaya

Berita Terbaru