Telur Program Gayatri Menumpuk, SPPG MBG Bojonegoro Diduga Pilih-Pilih Produksi Peternak Lokal

Senin, 26 Januari 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGOROSentral1.com – Harapan peternak ayam petelur program Gayatri di Kabupaten Bojonegoro agar produksi telur mereka terserap maksimal oleh program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), kini terancam tak terwujud. Pasalnya, meski program Gayatri telah resmi memasuki masa produksi, penyerapan telur oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bojonegoro dinilai belum maksimal dan cenderung tebang pilih.

Keluhan ini disampaikan oleh Ponco, pemasok pakan sekaligus penampung hasil produksi telur program Gayatri di Bojonegoro.

“Program Gayatri ayam petelur yang dicanangkan Bapak Bupati Setyo Wahono sekarang sudah masuk tahap produksi. Tapi sangat disayangkan, pihak SPPG di Bojonegoro belum bisa menerima hasil telur ini secara merata dan menyeluruh,” ujar Ponco kepada Sentral1.com.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya dirasakan di satu wilayah, melainkan hampir di beberapa titik lokasi program Gayatri di Bojonegoro.

“Kami ini rutin mengambil telur dari peternak program Gayatri di beberapa wilayah. Tapi saat kami kirim ke pihak MBG yang sudah kerja sama dengan kami, ternyata tidak semuanya mau diterima. Telur dilakukan pemilahan. Yang kecil-kecil ditolak dengan alasan kekecilan,” tegasnya.

Akibat penolakan tersebut, lanjut Ponco, pihak SPPG justru memilih mencari pemasok sendiri di luar program Gayatri. Dampaknya sangat serius bagi peternak lokal.

“Karena tidak terserap, telur-telur dari program Gayatri ini menumpuk. Harga telur lokal akhirnya jatuh drastis. Peternak jelas dirugikan,” tambahnya.

Padahal, sejak awal program Gayatri digagas sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan dan seharusnya menjadi penopang utama kebutuhan bahan baku MBG di daerah.

Ponco pun berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak tinggal diam.

“Melalui media ini, kami berharap Bupati Bojonegoro bisa turun tangan dan mendesak pihak SPPG serta pengelola MBG agar mau menyerap seluruh hasil produksi telur program Gayatri tanpa kecuali. Kalau tidak, tujuan utama program ini untuk mensejahterakan peternak bisa gagal total,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG MBG Kabupaten Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para peternak tersebut.(Red)

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Setujui Dua Raperda Strategis, Perkuat Arah Pembangunan Daerah hingga 2030
Tradisi Manganan di Kawasan Hutan Dander, Momentum Memperkuat Sinergi Perhutani dan Masyarakat
Baru Dua Hari Menjabat, Kapolresta Tuban Ungkap 2 Kasus Kriminal dan 4 Kasus Narkoba, 10 Tersangka Diamankan
Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro Setujui Raperda APBD 2025, Banggar Sampaikan Hasil Pembahasan
LAN Bojonegoro Fasilitasi Rehabilitasi Mandiri Pengguna Narkoba ke Yayasan Plato Surabaya
Ribuan Karyawan MBG Bojonegoro Gelar Unjuk Rasa Damai, DPRD Siap Menjadi Jembatan Aspirasi
BNPM Kabupaten Malang dan Bea Cukai Bahas Pembinaan Pengusaha Rokok Lokal Menuju Legalitas
PBB Bojonegoro Kembali Berbagi di Banjarejo, Lansia dan Warga Kurang Mampu Dapat Santunan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:41 WIB

DPRD Bojonegoro Setujui Dua Raperda Strategis, Perkuat Arah Pembangunan Daerah hingga 2030

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:11 WIB

Tradisi Manganan di Kawasan Hutan Dander, Momentum Memperkuat Sinergi Perhutani dan Masyarakat

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:51 WIB

Baru Dua Hari Menjabat, Kapolresta Tuban Ungkap 2 Kasus Kriminal dan 4 Kasus Narkoba, 10 Tersangka Diamankan

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:58 WIB

Rapat Paripurna DPRD Bojonegoro Setujui Raperda APBD 2025, Banggar Sampaikan Hasil Pembahasan

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:51 WIB

LAN Bojonegoro Fasilitasi Rehabilitasi Mandiri Pengguna Narkoba ke Yayasan Plato Surabaya

Berita Terbaru