Teror Berkedok LSM dan Media, Kades di Kepohbaru Bojonegoro Diduga Diperas Hingga Puluhan Juta

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO —  Sentral1.com – Sejumlah kepala desa di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, diduga menjadi sasaran praktik intimidasi dan pemerasan oleh oknum tak dikenal yang mengatasnamakan LSM dan media.

Aksi tersebut dilaporkan telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan kini kian meresahkan. Aktivitas pemerintahan desa pun mulai terganggu akibat tekanan yang terus meningkat.

Desa Mudung dan Desa Sidomukti menjadi dua wilayah yang turut terdampak. Para kepala desa mengaku intensitas gangguan melonjak tajam, baik melalui kunjungan langsung maupun komunikasi via telepon dan pesan WhatsApp.

Namun, alih-alih melakukan konfirmasi secara profesional, pola komunikasi yang digunakan justru dinilai intimidatif. Nada percakapan disebut menyerupai interogasi, bahkan tanpa disertai identitas yang jelas.

“Ini bukan konfirmasi, tapi seperti pemeriksaan. Saat diminta identitas, mereka menghindar, bahkan langsung memutus komunikasi,” ungkap salah satu kepala desa, Selasa (28/4/2026).

Lebih mengkhawatirkan, muncul dugaan kuat adanya praktik pemerasan. Oknum tersebut disebut meminta uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp10 juta. Permintaan itu disertai ancaman tersirat: jika tidak dipenuhi, persoalan desa akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Tekanan ini tidak hanya berdampak secara psikologis bagi para kepala desa, tetapi juga mengganggu roda pemerintahan. Fokus pelayanan publik dan pembangunan desa terpecah akibat gangguan yang tidak jelas dasar hukumnya.

Jika tidak segera ditangani, situasi ini berpotensi merusak stabilitas pemerintahan desa serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

Para kepala desa mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan praktik intimidasi dan pemerasan tersebut. Penindakan tegas dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan nama lembaga dan profesi.

“LSM dan media seharusnya menjadi kontrol sosial, bukan alat tekanan atau pemerasan. Jika ini dibiarkan, kepercayaan publik yang jadi taruhannya,” tegasnya.

Kasus ini menjadi alarm serius atas potensi penyalahgunaan identitas lembaga demi kepentingan pribadi. Para kepala desa berharap perlindungan hukum segera diberikan agar mereka dapat kembali menjalankan tugas tanpa bayang-bayang tekanan. (Bi)

Berita Terkait

Puluhan Wartawan Geruduk Kejari Tuban, Desak Perlindungan Jurnalis dan Keterbukaan Informasi
Mobilisasi Rig Lapangan Tawun Gegunung Tunggu Penyelarasan Perbaikan Jalan Banjarworo-Kumpulrejo
Harlah PAN di Dayu Kidul, Dirangkai Penyerahan Bantuan Sumur Bor untuk Warga Bojonegoro
Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Doromukti Meriah, Tiga Ekor Kambing Jadi Doorprize
Jaga Indonesia Tetap Aman dan Nyaman, APPPNAS Serukan Persatuan Nasional
Alih Fungsi Lahan Pertanian Jadi Sorotan, Bojonegoro Perlu Perkuat Perlindungan LP2B dan LSD
Kasus Penagihan PNM Mekaar di Rengel Bergulir ke Polisi, Keluarga Sebut Anak Alami Trauma Berat
DPRD Bojonegoro Setujui Dua Raperda Strategis, Perkuat Arah Pembangunan Daerah hingga 2030

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 02:47 WIB

Puluhan Wartawan Geruduk Kejari Tuban, Desak Perlindungan Jurnalis dan Keterbukaan Informasi

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Mobilisasi Rig Lapangan Tawun Gegunung Tunggu Penyelarasan Perbaikan Jalan Banjarworo-Kumpulrejo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Harlah PAN di Dayu Kidul, Dirangkai Penyerahan Bantuan Sumur Bor untuk Warga Bojonegoro

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Jalan Sehat HUT ke-81 RI di Doromukti Meriah, Tiga Ekor Kambing Jadi Doorprize

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Jaga Indonesia Tetap Aman dan Nyaman, APPPNAS Serukan Persatuan Nasional

Berita Terbaru