Beranda / Desa / Dugaan Pungli Portal Jembatan TBB, Kades Luwehaji Tegaskan Tak Ada Unsur Paksaan

Dugaan Pungli Portal Jembatan TBB, Kades Luwehaji Tegaskan Tak Ada Unsur Paksaan

BOJONEGOROSentral1.com – Video yang memperlihatkan aktivitas di sekitar Jembatan Terusan Bojonegoro–Blora (TBB) mendadak viral di media sosial. Video tersebut memicu kehebohan warganet lantaran muncul dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) di lokasi portal jembatan.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Luwehaji, Kecamatan Ngraho, Muntohar, memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa tidak ada unsur pungli sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

“Yang terjadi bukan pungli, melainkan pemberian uang secara ikhlas sebagai bentuk terima kasih kepada warga yang membantu mengatur lalu lintas. Tidak ada paksaan sama sekali,” tegas Muntohar saat diwawancarai di ruang kerjanya.Senin, 23/2/2026.

Ia menjelaskan, persoalan bermula dari banyaknya kendaraan bertonase besar yang tidak mengetahui keberadaan portal dan tetap nekat melintas, meskipun kondisi jalan tergolong sempit dan berstatus jalan kelas III C. Hal tersebut menyebabkan gangguan arus lalu lintas, sehingga warga setempat secara sukarela membantu mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan.

“Uang yang diberikan sopir itu murni sukarela, tidak ada tarif, tidak ada kewajiban,” imbuhnya.

Namun, setelah isu dugaan pungli terlanjur menyebar luas, warga setempat kini memilih untuk tidak lagi membantu pengaturan lalu lintas di sekitar portal demi menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Muntohar juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi kecelakaan tunggal yang dialami seorang pedagang sayur asal Jawa Tengah akibat lubang bekas tiang portal yang belum terpasang sempurna. Meski demikian, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Portal ini dibuat murni untuk mengantisipasi kepadatan dan kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berat. Tidak ada pungutan apa pun, portal dibuat gratis tanpa pembayaran,” jelasnya.

Ke depan, Muntohar menyatakan terbuka terhadap masukan masyarakat. Ia juga berencana mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar ruas Jalan Luwehaji–Ngraho dapat ditingkatkan kelasnya sekaligus diperlebar demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“InsyaAllah akan kami usulkan agar ke depan akses jalan ini lebih layak dan aman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *