( DOK : Fhoto Istimewa )
BOJONEGORO – Sentral1.com – Polemik rekrutmen pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Kalitidu yang sebelumnya ramai diperbincangkan, akhirnya mendapat tanggapan dari Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Kalitidu.
Ketua PKDI Kalitidu yang juga Kepala Desa Pungpungan, Slamet Hari Hadi, menyebut persoalan tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi dalam proses rekrutmen pegawai KDKMP.
Hal itu disampaikan Slamet saat dikonfirmasi media Sentral1.com pada Jumat (15/5/2026) terkait adanya keluhan sejumlah kepala desa mengenai dugaan perubahan nama hasil seleksi pegawai yang sebelumnya telah dijaring oleh desa masing-masing.
“Mis komunikasi mas Bud… dan sudah diluruskan. Alhasil semua keputusan ada di pihak Agrinas,” ujar Slamet singkat saat memberikan penjelasan.
Sebelumnya, sejumlah kepala desa di Kecamatan Kalitidu disebut merasa kecewa lantaran proses rekrutmen pegawai KDKMP dinilai tidak sesuai dengan hasil penjaringan dan seleksi yang telah dilakukan di tingkat desa.
Dalam proses awal, desa-desa dikabarkan diminta melakukan penjaringan calon pegawai secara terbuka. Namun saat tahap pemanggilan berikutnya, muncul nama-nama yang berbeda dari hasil seleksi yang diajukan desa.
Situasi tersebut sempat memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu dalam penentuan pegawai KDKMP. Namun PKDI Kalitidu menegaskan persoalan tersebut telah diluruskan dan seluruh keputusan akhir berada di pihak Agrinas sebagai pihak yang memiliki kewenangan.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, diharapkan polemik rekrutmen pegawai KDKMP di Kecamatan Kalitidu dapat diselesaikan secara baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pemerintah desa maupun masyarakat.
Penulis : Budi










