Dugaan Pungli Portal Jembatan TBB, Kades Luwehaji Tegaskan Tak Ada Unsur Paksaan

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGOROSentral1.com – Video yang memperlihatkan aktivitas di sekitar Jembatan Terusan Bojonegoro–Blora (TBB) mendadak viral di media sosial. Video tersebut memicu kehebohan warganet lantaran muncul dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) di lokasi portal jembatan.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Luwehaji, Kecamatan Ngraho, Muntohar, memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa tidak ada unsur pungli sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

“Yang terjadi bukan pungli, melainkan pemberian uang secara ikhlas sebagai bentuk terima kasih kepada warga yang membantu mengatur lalu lintas. Tidak ada paksaan sama sekali,” tegas Muntohar saat diwawancarai di ruang kerjanya.Senin, 23/2/2026.

Ia menjelaskan, persoalan bermula dari banyaknya kendaraan bertonase besar yang tidak mengetahui keberadaan portal dan tetap nekat melintas, meskipun kondisi jalan tergolong sempit dan berstatus jalan kelas III C. Hal tersebut menyebabkan gangguan arus lalu lintas, sehingga warga setempat secara sukarela membantu mengatur kendaraan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan.

“Uang yang diberikan sopir itu murni sukarela, tidak ada tarif, tidak ada kewajiban,” imbuhnya.

Namun, setelah isu dugaan pungli terlanjur menyebar luas, warga setempat kini memilih untuk tidak lagi membantu pengaturan lalu lintas di sekitar portal demi menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Muntohar juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat terjadi kecelakaan tunggal yang dialami seorang pedagang sayur asal Jawa Tengah akibat lubang bekas tiang portal yang belum terpasang sempurna. Meski demikian, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Portal ini dibuat murni untuk mengantisipasi kepadatan dan kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berat. Tidak ada pungutan apa pun, portal dibuat gratis tanpa pembayaran,” jelasnya.

Ke depan, Muntohar menyatakan terbuka terhadap masukan masyarakat. Ia juga berencana mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar ruas Jalan Luwehaji–Ngraho dapat ditingkatkan kelasnya sekaligus diperlebar demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“InsyaAllah akan kami usulkan agar ke depan akses jalan ini lebih layak dan aman,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rakor Kecamatan Dander Bahas Kebersihan Pasar dan Penyaluran Pupuk, Sekaligus Halal Bihalal Pererat Sinergi
Pembagian 1.000 Bingkisan di Masjid Albirru Pertiwi Dander Berjalan Tertib dan Aman
Pemuda Berdikari Bojonegoro Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di Pasar Wisata Karangpacar
BKKD 2025, Desa Grebegan Aspal Jalan 1.482 Meter, Akses Warga Kian Lancar
BKKD 2025 Dorong Peningkatan Infrastruktur, Jalan Aspal Dukuhkidul Rampung dan Dirasakan Manfaatnya
Musdes Pilkades PAW Desa Tanggir Berlangsung Kondusif, Woto Terpilih Lewat Musyawarah Mufakat
CFD Perdana Kedungadem Disambut Antusias Warga, Ribuan Tumpah Ruah Jelang Ramadhan
Tingkatkan Kapasitas Aparatur, Kecamatan Trucuk Gelar Pembinaan Pemdes Trucuk
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:57 WIB

Rakor Kecamatan Dander Bahas Kebersihan Pasar dan Penyaluran Pupuk, Sekaligus Halal Bihalal Pererat Sinergi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:07 WIB

Pembagian 1.000 Bingkisan di Masjid Albirru Pertiwi Dander Berjalan Tertib dan Aman

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:29 WIB

Pemuda Berdikari Bojonegoro Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim di Pasar Wisata Karangpacar

Selasa, 24 Februari 2026 - 00:50 WIB

Dugaan Pungli Portal Jembatan TBB, Kades Luwehaji Tegaskan Tak Ada Unsur Paksaan

Minggu, 22 Februari 2026 - 03:44 WIB

BKKD 2025, Desa Grebegan Aspal Jalan 1.482 Meter, Akses Warga Kian Lancar

Berita Terbaru