Kolom dan pengikat tidak satu kesatuan (Harusnya Satu kesatuan) Dok : Fhoto Istimewa
TUBAN – Sentral1.com – Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Link menyoroti pelaksanaan pembangunan perkuatan tebing yang berlokasi di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp1,8 miliar lebih tersebut dinilai minim pengawasan dari konsultan pengawas maupun monitoring dinas terkait.
Ketua LSM Link, Hariri, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan terkesan tidak ada pengawasan penuh sebagaimana mestinya. Hal itu terlihat dari sejumlah temuan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan teknis maupun aspek keselamatan kerja.
“Menurut saya, banyak pelanggaran dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” ujar Hariri, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, para pekerja terlihat tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, di lokasi proyek juga tidak ditemukan papan informasi kegiatan maupun papan K3, padahal keberadaan papan tersebut penting sebagai bentuk transparansi anggaran dan informasi keselamatan kerja.
Tak hanya itu, Hariri juga menyoroti aspek teknis pekerjaan, khususnya pada pemasangan pondasi buis beton. Ia menduga kuat bahwa pemasangan tidak dilakukan sesuai dengan perencanaan awal.
“Setiap titik pondasi buis beton seharusnya terpasang sebanyak tujuh buah, namun di lapangan tidak demikian. Selain itu, pemasangan kolom, beton pengikat, dan lining beton semestinya dikerjakan sebagai satu kesatuan, bukan terpisah,” tuturnya.
Menurutnya, pada tahapan pengurugan tanah juga terkesan dilakukan secara asal tanpa proses pemadatan yang memadai. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada stabilitas tanah dan kualitas hasil pekerjaan.
“Kemungkinan besar pekerjaan dikejar target karena sudah memasuki masa addendum dan mendekati batas akhir waktu pelaksanaan, sehingga aspek kualitas terabaikan,” beber Hariri.
Ia menegaskan, pemadatan tanah seharusnya dilakukan agar struktur perkuatan tebing benar-benar kuat dan sesuai dengan tujuan pembangunan.
“Dengan pelaksanaan pekerjaan yang terkesan asal-asalan ini, kami berharap peran aktif konsultan pengawas serta monitoring dari dinas terkait dapat lebih dioptimalkan agar hasil pekerjaan benar-benar bermanfaat dan sesuai spesifikasi,” pungkasnya.(Red)







