BOJONEGORO – Sentral1.com – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, merespons cepat polemik pembangunan jalan rigid beton di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Selasa (31/3/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur di wilayah pinggiran berjalan sesuai spesifikasi teknis serta tidak mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan.
Di sela kegiatan, Nurul Azizah menegaskan bahwa setiap masukan masyarakat, baik melalui media sosial maupun laporan langsung, menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah.
“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa uang rakyat kembali ke rakyat dalam bentuk infrastruktur yang berkualitas. Proyek ini bukan sekadar membangun aspal atau beton, tetapi membangun akses kesejahteraan bagi warga Desa Klino dan sekitarnya,” ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan detail oleh tim teknis terhadap progres fisik proyek, peringatan keras disampaikan kepada pelaksana kegiatan dan pemerintah desa agar tidak mengabaikan kualitas pekerjaan.
“Saya minta kepada pelaksana kegiatan dan Kepala Desa untuk selalu mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Jangan ada kesalahan dalam proses pengerjaan. Proyek ini harus tepat mutu, tepat waktu, dan tepat manfaat,” tegasnya.
Pembangunan jalan di Desa Klino sendiri menjadi sorotan karena memiliki posisi strategis dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
Dalam video dokumentasi sidak tersebut, Nurul Azizah juga menegaskan bahwa apabila kualitas pekerjaan tidak sesuai dan waktu pengerjaan melampaui batas, maka konsekuensinya adalah pengembalian dana ke kas daerah.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memastikan setiap proyek pembangunan berjalan optimal serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(Red)









