SURABAYA – sentral1.com – Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 resmi menetapkan Bali sebagai tuan rumah babak semifinal dan final turnamen pramusim bergengsi tersebut. Keputusan itu diambil setelah melalui pembahasan bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Ketua SC Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengatakan penetapan Bali telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum PSSI demi kelancaran penyelenggaraan turnamen.
“Saya tetapkan semifinal dan final, sesuai persetujuan Ketua Umum PSSI Pak Erick, tempatnya adalah di Bali,” ujar Maruarar Sirait dalam konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Maruarar menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan Ketua Umum PSSI dan Pemerintah Kota Surabaya. Meski Surabaya sempat menjadi salah satu kandidat, Bali akhirnya dipilih sebagai lokasi pertandingan puncak. Namun demikian, Surabaya tetap mendapat apresiasi atas keberhasilannya menjadi tuan rumah fase awal Piala Presiden 2026.
Selain mengumumkan lokasi semifinal dan final, panitia juga memastikan adanya peningkatan hadiah bagi juara turnamen. Hadiah yang semula sebesar Rp6 miliar kini resmi dinaikkan menjadi Rp8 miliar.
“Juara pertama, hadiahnya tadinya Rp6 miliar. Hari ini di Kota Pahlawan yang luar biasa, di bawah pimpinan adik saya Pak Eri, kita naikkan hadiah juara pertama Piala Presiden 2026 dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar,” kata Maruarar.
Menurutnya, kenaikan hadiah tersebut didorong oleh tingginya dukungan sponsor. Hingga menjelang babak semifinal, nilai sponsorship yang telah masuk mencapai Rp70 miliar. Tingginya minat sponsor juga dipengaruhi oleh capaian rating siaran televisi yang mencapai sekitar 23 persen.
“Hari ini sudah ada Rp70 miliar dari sponsor yang sudah masuk. Besok juga kami umumkan kenaikan hadiah juara karena sponsor terus bertambah dan ratingnya bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan dukungannya terhadap keputusan tersebut. Ia mengaku bangga Surabaya dipercaya menjadi salah satu kota penyelenggara Piala Presiden 2026 dan berharap pada edisi berikutnya dapat menjadi tuan rumah semifinal maupun final.
«”Insya Allah, ketika ada Piala Presiden kembali, saya berharap semifinal dan finalnya ada di Kota Surabaya,” ujar Eri.
Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi ajang pemanasan bagi klub-klub peserta menjelang kompetisi resmi, tetapi juga menunjukkan meningkatnya daya tarik sepak bola nasional. Dukungan sponsor yang terus bertambah, tingginya animo masyarakat, serta peningkatan nilai hadiah menjadi indikator positif bagi perkembangan industri sepak bola Indonesia.
Dengan penetapan Bali sebagai tuan rumah laga puncak, atmosfer persaingan dipastikan semakin semarak dan diharapkan mampu menghadirkan pertandingan berkualitas bagi pecinta sepak bola Tanah Air. (Red/Tys).









