BOJONEGORO – Sentral1.com – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Lestari menggelar tradisi Sedekah Bumi (Manganan) sebagai agenda rutin tahunan di kawasan petak 10/11 RPH Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang diikuti pengurus LMDH, petani hutan, serta masyarakat sekitar tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, sambutan, sesi penyampaian saran dan usulan, dilanjutkan doa penutup serta makan bersama sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi dan kelestarian hutan.

Dalam sambutannya, Ketua LMDH Jati Lestari yang mewakili menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan merawat kawasan hutan agar tetap lestari. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara bijaksana.
Sementara itu, Mantri Perhutani, Ridoisusiawan, berharap sinergi antara Perhutani dan masyarakat terus terjalin demi menjaga kelestarian hutan.
“Semoga kita dan masyarakat bisa seiring sejalan dalam pelestarian hutan demi anak cucu kita. Di satu sisi, masyarakat yang sudah menggarap lahan cenderung sulit beralih profesi. Karena itu, kita harus menyiasati dengan berbagai cara agar pohon tetap lestari dan masyarakat tetap bisa mengais rezeki dari kawasan ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, ke depan tantangan pelestarian hutan semakin besar, terutama dengan target penanaman yang harus tercapai secara maksimal.
“Apalagi dengan kebijakan pimpinan baru, penanaman harus mencapai 100 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara Perhutani dan LMDH. Minimal kita memiliki swadaya tanaman sehingga petani tetap bisa berusaha, sementara hutan tetap lestari,” tambahnya.
Di lokasi kegiatan, salah seorang petani hutan bahwa tradisi Sedekah Bumi atau Manganan telah menjadi agenda tahunan yang selalu dilaksanakan.
“Iya Mas, sedekah bumi atau manganan ini setiap tahun memang selalu diadakan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, juga menjadi ajang mempererat kebersamaan warga yang menggarap lahan hutan,” tuturnya kepada Sentral1.com.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat terus terjaga sehingga pengelolaan hutan dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. (Red)









